Bupati Solok Resmikan Pisang Kepok Tanjung Siap Ekspor

Thursday 6 February 2020 : 17:38
Baca Lainnya
Foto bersama - Bupati Solok, Gusmal dan pejabat lainnya foto bersama setelah acara pengguntingan pita. Hendri Nova 
Kabar62.com - Bupati Solok, Gusmal, bersama Kementan dan Bank Indonesia (BI) Kelompok Tani Serba Usaha, Selayo Kab.Solok, binaan Kementerian Pertanian melakukan panen perdana pisang kepok tanpa jantung (tanjung). 

Disebut tanpa jantung, karena pisang hasil Litbang Kementan ini dalam satu batang pisang semua bunganya menjadi buah, sehingga tak menyisakan jantung pisang sedikitpun.

Pisang kepok tanjung dikembangkan di daerah ini sebanyak 1.800 pokok dilahan 1,5 hektar lahan. Juga akan dikembangkan lagi sebanyak 6.000 batang di 6 hektar lahan. Areal akan terus diperluas untuk menanam pisang ini, karena kalau untuk ekspor dibutuhkan dalam jumlah besar.

"Dengan jumlah lahan seluas ini, bisa panen 3 kontainer per minggu. Dengan demikian importir akan mau membeli pisang petani," kata Direktur Buah dan Florikultura, Ditjen Hortikultura Kementan, Dr. Liferdi , dalam acara panen perdana pisang kepok tanjung, mendukung gerakan tiga kali ekspor komoditas pertanian Kementerian Pertanian, kerjasama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Pemda Kab. Solok di Selayo Kab. Solok, Kamis (6/2).

Ia mengatakan masyarakat Solok harus bersyukur karena diberi alam yang indah oleh Allah SWT. Lokasi lahan kepok tanjung bisa dikembangkan jadi wisata agro, dengan memberikan fasilitas-fasilitas pendukung patiwisata 

"Saat ini sudah ada penangkar benih kepok tanjung dan produsen benih kepok tanjung. Hasilnya sudah dijual sampai Kalimantan dan Aceh," kata Bupati, Gusmal.

Pisang kepok tanjung tahan terhadap hama penyakit, solusi dari wabah layu bakteri yang sering menyerang pisang kepok, sehingga pohonnya hampir punah di Solok.

BI Beri Bantuan 

Sementara Deputi Direktur BI, Gunawan Wicaksono mengatakan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat (Sumbar) secara resmi menyerahkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) kepada Kelompok Tani Serba Usaha, berupa saung, musholla, toilet dan instalasi air.

"Kami menilai, Kelompok Tani Serba Usaha memiliki potensi yang sangat tinggi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah khususnya kabupaten Solok," katanya.

Hal itu mengingat keanekaragaman varietas unggul yang dikembangkan, teknologi pertanian yang diaplikasikan, mengakibatkan tingginya produktivitas dan kualitas hasil serta lokasi lahan Kelompok dengan keindahan alam yang menarik. Disamping hasil panen/produksi kelompok yang berkualitas tinggi dapat dipasarkan ke daerah lain bahkan ke negara lain.

"Keompok Tani Serba Usaha juga sangat berpotensi untuk dijadikan tempat/pusat edukasi pertanian bagi berbagai pihak serta berpotensi untuk dikembangkan sebagai tempat wisata pertanian (agrowisata)," tambahnya.

Bi berharap melalui pemberian fasilitas saung, mushalla, toilet dan instalasi air, dapat mendukung program pemerintah Kabupaten Solok dalam  meningkatkan kapasitas dan produktivitas kelompok tani serta dalam pengembangan Kawasan Agrowisata di Kelompok Tani Serba Usaha. Juga dengan pemberian bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan.

Sedangkan Kepala Puslitbang Hortikultura, Dr. Hardiyanto mengatakan pihaknya terus bekerja untuk mengembangkan benih-benih unggul untuk menghasilkan produk-produk pertanian kualitas ekspor.

"Semoga pisang kepok tanjung bisa menjadi komoditas unggulan kualitas ekspor," katanya 

Menurutnya harus diadakan kontes buah unggulan, untuk mendapatkan buah yang benar-benar unggul dari lainnya. Hal itu bisa dijadikan andalan untuk diekspor ke luar negeri. (*)



Share :