BI Sumbar Sokong Penuh GPM di Seluruh Kelurahan di Kota Padang

Tuesday, 3 March 2026 : 22:16
Baca Lainnya
BERI KETERANGAN - Kepala Perwakilan BI Sumbar, Abdul Majid Ikram (baju putih) mendampingi Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir (tengah), saat memberikan jawaban kepada awak media sesuai meninjau secara langsung pelaksanaan GPM di Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Padang, Selasa (3/3). (Ist)

Padang - Bank Indonesia (BI) Sumatera Barat (Sumbar) menyokong penuh Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kini digelar sampai ke seluruh kelurahan yang ada di Kota Padang. Setidaknya ada 104 kelurahan yang ikut menyukseskan GPM, memastikan warga Padang mendapatkan bahan pangan dengan harga murah.

Tak hanya beras Bulog yang menjadi primadona masyarakat yang berebut membelinya, tapi juga ada minyak goreng, gula, dan juga telur yang ikut dijual dengan harga murah. Bahkan BI Sumbar juga memberikan hadiah bawang merah, bagi masyarakat yang paling cepat membeli dan selama persediaan masih ada.

"GPM terbukti sangat berkontribusi dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Hal itu tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi bulanan di Sumbar yang tercatat 0,30 persen pada Februari, sedangkan khusus Kota Padang sebesar 0,32 persen," kata Kepala Perwakilan BI Sumbar, Abdul Majid Ikram, seusai meninjau secara langsung pelaksanaan GPM di Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Padang, Selasa (3/3).

Ia mengatakan, sebelumnya BI yang berkolaborasi dengan Bulog Sumbar dan Pemko Padang menggelar GPM dari pasar ke pasar. Namun mulai Maret langsung digelar di kelurahan-kelurahan, sehingga lebih mampu mengendalikan inflasi sampai ke rumah-rumah warga.

BERI SAMBUTAN - Kepala Perwakilan BI Sumbar, Abdul Majid Ikram (baju putih) memberikan sambutan sebelum meninjau secara langsung pelaksanaan GPM di Kelurahan Kubu Marapalam, Kecamatan Padang Timur, Padang, Selasa (3/3). (Ist)

"Untuk penambah semangat bagi semua kelurahan, BI akan memberikan hadiah bagi kelurahan dengan penjualan terbanyak, terutama dengan penjualan non tunai dengan memakai QRIS. Hasil akhirnya nanti akan direkap oleh Bulog Sumbar, untuk penentuan siapa yang berhak menang dalam pertandingan kali ini dan mendapatkan hadiah menarik," ujarnya.

BI Sumbar mendorong penggunaan QRIS untuk memudahkan masyarakat, agar tak repot-repot membawa uang tunai dan tak susah mencarikan uang pengembalian. Selain itu, juga akan terhindar dari ancaman penggunaan uang palsu.

GPM nantinya juga akan menyasar kabupaten/kota yang jadi tempat perhitungan inflasi lainnya. BI akan membujuk Walikota Bukittinggi, Bupati Dharmasraya, dan Bupati Pasaman Barat agar juga menggelar GPM di tiap kelurahan.

Sementara Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir, menyebut GPM yang difasilitasi Kantor Perwakilan BI Sumbar dan Perum Bulog Sumbar, merupakan solusi konkret bagi masyarakat agar bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga murah. Apalagi momentum Lebaran kerap memicu inflasi sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak dini.

Menurutnya, GPM sangat membantu dalam menggerakkan perekonomian melalui penyediaan pangan murah. Selain menjaga harga tetap stabil, distribusi juga telah menjangkau 104 kelurahan agar masyarakat mudah memperoleh kebutuhan, tanpa khawatir kekurangan stok.

“Lonjakan harga biasanya terjadi karena permintaan tinggi, namun pasokan terbatas. Melalui kerja sama ini, BI memfasilitasi ongkos transportasi distribusi yang bisa menekan biaya tambahan sehingga tidak membebani konsumen,” tuturnya.

Sedangkan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumbar, Darma Wijaya, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap GPM di Kota Padang cukup tinggi. Selama dua hari di awal Maret, beras sudah terjual hampir 20 ton, minyak goreng sekitar 17 ribu liter, serta gula pasir mencapai 4,3 ton.

 “Saya optimistis kolaborasi lintas sektor akan membuat program ini berjalan semakin baik,” tuturnya.

Sementara salah seorang warga Marapalam, Rina, berharap GPM digelar lebih sering di kelurahan. Soalnya ia tidak punya uang yang banyak untuk membeli beras, sehingga hari ini hanya bisa membeli satu karung saja.

"Maklumlah kita ini bukan pegawai negeri, hanya masyarakat yang suaminya bekerja serabutan. Jika satu karung ini bisa bertahan beberapa hari, hari berikutnya tentu harus beli lagi. Saya harapkan nanti tetap tersedia di kelurahan, karena harganya benar-benar murah daripada di pasaran," harapnya.

Ia juga senang, karena belanja kali ini juga dapat bonus bawang merah. Meski jumlahnya tidak banyak, jelas sangat membantu menekan uang keluar, sehingga bisa lebih hemat. (Hendri)








Share :

Saat ini 0 komentar :