Baca Lainnya
Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, saat memberikan sambutan. (Hendri)
Padang - Lisda Hendrajoni dari Komisi VIII DPR RI melakukan gerak cepat sosialisasi haji 2027 pada jemaah calon haji dan instansi terkait. Ia mengatakan, pelaksanaan ibadah haji tahun 2027, memerlukan persiapan yang matang, sehingga ketika berada di Tanah Suci, para jemaah dapat menjalanjan ibadah haji dengan khusuk.
Ia mengingatkan, bahwa ibadah haji membutuh fisik yang prima, agar bisa melaksanakan rukun dan syarat haji dengan sangat baik. Maka dari itu, bagi yang sudah dapat porsi untuk menunaikan ibadah haji di 2027, maka mulailah latihan fisik dari sekarang, sehingga lahir batin bisa siap melaksanakan ibadah haji.
"Mulailah dengan latihan jalan kaki, latihan menguatkan otot dengan latihan beban atau lainnya. Perhatikan juga makan minum, vitamin, cek kesehatan dan lainnya. Ikuti seluruh rangkaian manasik dan ikuti semua syarat dan rukun haji," katanya saat memberikan sambutan di gedung Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Padang, Selasa (28/7/2026).
Ia mengatakan, komisi VIII DPR RI, memiliki peran penting untuk pelaksanaan dan kelancaran ibadah haji, yaitu membuat peraturan dan perundang-undang dan melihat jemaah di lapangan.
"Untuk hak jemaah, itu ada delapan kali manasik haji, tujuannya agar betul-betul matang nantinya dalam menjalankan ibadah haji," tambahnya.
Ia bersyukur, karena pelayanan ibadah haji 2026, sangat baik, termasuk dalam pemberian informasi. Pemberian pelayanan informasi kepada jemaah haji sangat penting dilakukan.
Sementara Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumbar, M.Rifki mengatakan, pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan dengan baik.
"Alhamdulilah tahun ini, penyelenggaran haji berjalan baik, saya berharap tahun depan dapat dipertahankan dan kuota jemaah haji kita 2026 yaitu Kuota haji 3.928," katanya.
Sementara Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenjaj RI, Subdit Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), Efrilen Hafiz, menuturkan, untuk pelaksanaan ibadah haji tentunya harus dimaksimalkan.
"Ditahun 2027 jemaah haji dibebankan membayar hanya 40 persen saja dan dibantu oleh pemerintah 60 persen
serta pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 nyaris tidak ada kendala," tutupnya.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan tanya jawab dengan para peserta. Semua masukan dan kritikan ditampung dan akan dibicarakan pada rapat anggota dewan selanjutnya (Hendri)

Saat ini 0 komentar :